Aku harus terus bernyanyi...
Karena nyanyian adalah mimpiku
Tapi……
Jika nyanyian Q adalah tangis,
Haruskah aku terus bernyanyi....?
Aku harus terus mencinta
Karena cinta adalah ruh dan ujudku
Tapi…..
Jika cinta adalah perih,
Haruskah aku terus mencintai..?
wahai...cinta Q…..
Jika kau baca syair-syairku
Maka kau akan temukan aliran air mata tiada henti
Maka kau akan temukan kepiluan dan kesepaian tak bertepi
Semua karenamu
Semua karena kumencintamu
Entahlah…..
Yang kuyakini perempuan adalah pasangan hidupku
Yang kan mengisi semua celah sepi hidupku
Kalau boleh Q bertanya…
Kenapa bidadariku selalu saja pergi dari kehidupan Q..?
Kenapa perempuan tepilihku selalu saja perempuan terpilih untuk orang lain?
Begitu sedikitkah perempuan cantik di dunia ini sehingga selalu saja tak tersisa untukku?
Begitu sedikitkan cinta sejati hingga aku seperti ini...
Karena nyanyian adalah mimpiku
Tapi……
Jika nyanyian Q adalah tangis,
Haruskah aku terus bernyanyi....?
Aku harus terus mencinta
Karena cinta adalah ruh dan ujudku
Tapi…..
Jika cinta adalah perih,
Haruskah aku terus mencintai..?
wahai...cinta Q…..
Jika kau baca syair-syairku
Maka kau akan temukan aliran air mata tiada henti
Maka kau akan temukan kepiluan dan kesepaian tak bertepi
Semua karenamu
Semua karena kumencintamu
Entahlah…..
Yang kuyakini perempuan adalah pasangan hidupku
Yang kan mengisi semua celah sepi hidupku
Kalau boleh Q bertanya…
Kenapa bidadariku selalu saja pergi dari kehidupan Q..?
Kenapa perempuan tepilihku selalu saja perempuan terpilih untuk orang lain?
Begitu sedikitkah perempuan cantik di dunia ini sehingga selalu saja tak tersisa untukku?
Begitu sedikitkan cinta sejati hingga aku seperti ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar